Senin, 19 Oktober 2009

P E S A I N G

Pesaingmu lebih banyak memberikan pemikiran kepadamu dibandingkan teman-temanmu. Teman-temanmu terlalu sopan dan enggan untuk menunjukkan kelemahan dan kekuranganmu. Sebaliknya, pesaingmu rela mengeluarkan banyak dana dan tenanga untuk “mengiklankan” kelemahan dan kekuranganmu.

Pesaingmu sangat efisien, rajin, cermat, dan teliti. Bahkan mereka termasuk orang-orang yang jeli terhadap kelemahan-kelemahanmu. Sedikit saja kesalahanmu pasti akan nampak di mata pesaingmu. Mereka membuatmu merasa harus terus mencari cara untuk memperbaiki nilai dan prestasi yang kamu raih,

Pesaingmu selalu membuatmu selalu waspada untuk selalu konsentrasi dan konsisten dalam penguasaan nilai dan perolehan prestasimu, karena pesaingmu akan dengan mudah merebut posisimu, melebihi nilaimu, dan melampaui presatsimu jika kamu menerapkan gaya santai dan selalu tenang-tenang saja.

Pesaingmu memaksakan disiplin tinggi terhadap dirimu. Tanpa pesaing, kamu akan menjadi malas, tidak mempunyai mental tanding yang kokoh, tidak mempunyai semangat berkompetisi, dan bahkan kamu bisa kehilangan selera terhadap usaha dan prestasimu sendiri.

Pesaingmu memberi banyak kesan dan pesan kepadamu. Tanpa pesaing, kamu akan menjadi pemenang dalam drama “single fighter” yang membosankan. Tanpa pesaing, kamu akan mempertahankan budaya dan gaya “permainan” yang monoton. Tanpa pesaing, kamu tidak akan menaikkan porsi latihan dan semangatmu. Tanpa pesaing, kamu akan nampak menjadi pemenang tunggal namun mati perlahan-lahan.

Berbahagialah dirimu yang mempunyai pesaing. Cintailah pesaing-pesaingmu melebihi cintamu pada sahabatmu, karena pesaingmu juga mencintaimu, sebab ia juga membutuhkanmu untuk menjadi pesaingnya. Sayangilah pesaingmu, karena pesaingmu adalah kekasih: yang mengejekmu secara terbuka namun menyemangatimu secara diam-diam.

Itulah mengapa aku selalu menghormati pesaing-pesaingku. Sikap mereka terhadapku merupakan hal positif bagi diriku. Semoga Allah memberkahi pesaing-pesaingku, dan menambah berkah-Nya pada diriku. Amien…

0 komentar:

Poskan Komentar