Ada banyak kejutan dan kebahagiaan dalam Januari 2008 ini. mulai dari keterkejutan saya ketika mengetahui Among Kurnia Ebo, (penulis lepas asal Jogja) ternyata juga mengenali YAB. dan lebih bahagianya lagi, saya diberi hadiah berupa bukunya yang berjudul Menulis Gak Perlu Bakat. Tidak itu saja, di depan puluhan pasang mata yang memadati seminar bertajuk "The Spirit of Writing" itu saya didoakan semoga menjadi penulis besar Indonesia.
Pada 10 Januari, Alhamdulillah cerpen saya berhasil menjadi terbaik kedua dalam lomba cerpen se-Kabupaten Kudus di Muhammadiyyah Kudus. Meski hati saya belum puas karena target juara belum pernah tercapai. dan lebih parahnya lagi, lagi-lagi saya harus berada satu strip di bawah perempuan. seandainya juara itu diraih seorang laki-laki tentu saya tidak begitu mempersoalkan. tapi kali ini perempuan. Untuk yang kesekian kalinya saya harus rela satu strip di bawah perempuan.
Meski begitu, apa pun yang telah saya peroleh adalah sebuah karunia terbaik yang saya dapatkan saat itu. mungkin belum saatnya orang bodoh seperti saya merasakan manisnya gelar juara. Memang benar apa kata saudara saya, mencapai ilmu ikhlas memang sulitnya minta ampun. tapi saya sadar. sekali lagi saya berkata. Apa pun yang diberikan Allah pada kita adalah yang terbaik untuk kita. Bukankah kita wajib bersyukur atas apa pun yang berhasil kita peroleh? Lain syakartum la'azidannakum wa lain kafartum, inna adzaby lasyadiid. Maafkan hamba-Mu yang bodoh ini ya Allah.... cukupkan hamba atas kelengahan ini. Ampuni hamba.
Pada 10 Januari, Alhamdulillah cerpen saya berhasil menjadi terbaik kedua dalam lomba cerpen se-Kabupaten Kudus di Muhammadiyyah Kudus. Meski hati saya belum puas karena target juara belum pernah tercapai. dan lebih parahnya lagi, lagi-lagi saya harus berada satu strip di bawah perempuan. seandainya juara itu diraih seorang laki-laki tentu saya tidak begitu mempersoalkan. tapi kali ini perempuan. Untuk yang kesekian kalinya saya harus rela satu strip di bawah perempuan.
Meski begitu, apa pun yang telah saya peroleh adalah sebuah karunia terbaik yang saya dapatkan saat itu. mungkin belum saatnya orang bodoh seperti saya merasakan manisnya gelar juara. Memang benar apa kata saudara saya, mencapai ilmu ikhlas memang sulitnya minta ampun. tapi saya sadar. sekali lagi saya berkata. Apa pun yang diberikan Allah pada kita adalah yang terbaik untuk kita. Bukankah kita wajib bersyukur atas apa pun yang berhasil kita peroleh? Lain syakartum la'azidannakum wa lain kafartum, inna adzaby lasyadiid. Maafkan hamba-Mu yang bodoh ini ya Allah.... cukupkan hamba atas kelengahan ini. Ampuni hamba.

0 komentar:
Poskan Komentar