Adalah Dirimu
Adalah sebuah meja itu
Tempat kita bertukar pandang
Saat lembam kurasakan dalam angan
Dan tetes kembang Lily merintik merayu
Pada kertas putih itu
Kau menyedot hatiku dalam pusaran mata
Dalam titik tak terkendali
Aku selalu temukanmu... dalam deru kasih merindu
Bak fluida raksa yang tak leleh
Kau abadi dalam ingatan
Dalam gumpal darah, di situlah hati
Tempatku tanam cinta diam-diam
Saat kulihat aku dalam pandangan
Namun tak ada yakin itu terjadi,
Karena kau... adalah kesempurnaan
Aku berpegang tangan, mata bertukar pandang
Demikian juga hatiku
Saat bulan jadi sewarna arang
Dibakar jenuh dalam tegukan ilalang
Tiada sangka terjadi...
Dalam sebuah labirin
Aku menemukanmu dalam dingin
Kau mengerang rindu dalam pelukan
Membendung hasrat dalam kecupan
Hingga atmaku terbang, menirwana
Ooh... cinta, kaukah itu?
Lalu aku menunggu...
Kata yang bergulir jatuh dari dinding-dinding bisu
Dan aku menunggu...
Kata yang terpasung dalam sentuhan mesramu
Sentuhanmu... memusnah segala lelah
Meski bumi, langit, semesta terbelah
Meski mata menangis darah
Tiadakan setitik melebihi yang sudah
Ketika kejujuranmu memecah hatiku
Cinta... kaukah itu?
Cinta...
Menjadi darah dalam tubuhku
Memberi kehidupan dalam atmaku
Ragamu... Mewarnai denting waktu,
Dan kau datang... bak fajar merobek gulita
Saat katakan, "aku mencintaimu"
Dan suaraku menjawab, "cintaku juga padamu"
Karena kau... adalah dirimu.
dalam sebuah labirin cinta dunia
yang hangat sekaligus mencekam kerinduan surgawi.

0 komentar:
Poskan Komentar