Wanita dari Utara
Pagi.... menyongsong matahari
Ku langkahkan kaki dalam tholabul 'ilmi
Sembari mencuci mata
memandang sepanjang pandangan mata
Tiba-tiba... seorang wanita dari arah utara
Dalam himpitan lalu lintas jalan raya
Dengan keanggunan sayap-sayap birunya
Bersama peri kecil di belakangnya
Pelan-pelan kunikmati wajahnya
Sungguh, tatapan matanya
Begitu indah menggoda
putih wajahnya dalam hijau kerudungnya
Aduhai...... cantik sekali
Subhanallah............
Subhanalladzi kholaqoha
Indah nian ciptaan-Mu ya Allah.....
Indah alisnya, indah matanya
Indah senyumnya dalam indah bibirnya
Sebuah keindahan
Di atas keindahan yang indah sekali
Allah........ dosakah mencintainya
Salahkah hamba memujinya
Sebuah keindahan dalam keindahan-Mu
Wahai........ wanita dalam gaun hijau
Wahai....... wanita bersayap biru
Wahai....... wanita berparas ayu
Aku rindu kau
Tapi..... wanita
Mengingatmu membuatku lupa
Tunduklah wahai pandangan mata
Cuci mata namun hati penuh noda
kerikil tumpul,
30 November 2007
Puisi di atas saya buat atas refleksifitas cinta saya pada seseorang. Tapi yang hendak saya bahas bukan tentang seseorang itu, melainkan tentang refleksifitas cinta saya tersebut.
Pembahasan tentang cinta saya rasa tak akan pernah usai. cinta, cinta, cinta, dan cinta.
Saya menyebutnya sebagai makhluk yang tak terbatas. Ada dimana-mana, bisa datang kapan pun ia mau, (tentunya ketika Allah juga menghendaki).
Kadang-kadang orang terlalu terburu-buru untuk mengatakan, "Ah, saya tak akan jatuh cinta sebelum saya lulus", atau, larangan orang tua pada anaknya, guru pada muridnya, atau kakak pada adiknya, "jangan jatuh cinta kalo belum dewasa!!".
Saya tak setuju dengan istilah "tidak akan" atau "jangan" pada bab cinta, karena menurut saya cinta itu tak terbatas, pada siapa, kapan, dimana, dan lain sebagianya. Hanya saja, permasalahan kepada siapa, dan model cinta yang bagaimana yang perlu ditinjau kembali.
Walhasil, jangan pernah meremehkan cinta, karena pandangan mata ada dimana-mana.
dan ingat, Wa ila robbika farghob. (hanya kepada Tuhan-Mu lah engaku layak bercinta)
Cinta, jangan pernah berhenti sedetik pun!! Wallahu A'lam.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

1 komentar:
cintailah orang pantas dicintai, OK
Poskan Komentar